Pemrograman PLC (Seri Belajar PLC)

Pemrograman PLC yaitu cara untuk memprogram PLC agar plc mengerti logika yang diinginkan oleh penyusun/pembuat logika tersebut. Dari awal mula pembuatan plc, masing-masing produsen memiliki cara sendiri dalam pemrograman PLC tapi secara garis besar hanya ada dua jenis pemrograman PLC.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Bahasa Tekstual

Menggunakan teks dalam pemrograman PLC, dibagi menjadi dua metode yaitu :

  1. Daftar instruksi.
  2. Teks terstruktur.

2. Bahasa Grafis

Menggunakan gambar grafis dalam pemrograman PLC. Bahasa ini lebih umum digunakan terutama oleh saya sebagai pemula J. Bahasa ini dibagi menjadi dua metode yaitu

  1. Diagram Tangga/ladder diagram.
  2. Diagram Blok.

Scan Time dan Operasi Pembacaan

Waktu yang diperlukan untuk membaca input, mengeksekusi programa, update output dinamakan dengan scan time. Scan time mengindikasikan seberapa cepat controller bisa bereaksi terhadap input dan menyelesaika kontrol logika. Scan time sangat dipengaruhi oleh oleh kecepatan prosesor (CPU) dan panjang program user misalnya ladder. Panjang program user mempengaruhi scan time karena hal ini berkaitan dengan operasi pembacaan.

Selama masukan dibaca, terminal- teminal masukan dibaca dan dimasukkan dalam tabel status masukan yang di update secara bertahap menurut urutan pembacaan masukan. Selama proses pembacaan program, data yang dibaca dan masukan dalam tabel status masukan kemudian diterjemahkan pada pengguna program. Saat program dieksekusi, tabel status keluaran di update secara cepat sesuai dengan perubahan.

Ketika terjadi proses pembacaan, data yang terkumpul dalam tabel status keluaran dipindahkan ke terminal-terminal keluaran. Proses pembacaan suatu program ada dua macam, yaitu dari kiri ke kanan pada tiap rung (network) dan dari rung paling atas sampai rung paling bawah.

Ilustrasi Proses Beberapa Eksekusi Relay pada Diagram Tangga.

Sumber : Buku BSE SMK Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik, Prih Sumardjati, dkk.

 

 

 

Tinggalkan Balasan