Tutorial MCS-51 Mikrokontroler 8051

BAB 1

Mikro Kontroler 8051

Sasaran

Setelah anda menamatkan bab ini , diharapkan anda dapat :

– Membandingkan dan membedakan microprocessor dan microcontroller.

– Menjelaskan kelebihan Microkontroller dalam beberapa aplikasi.

– Menjelaskan konsep dari system embedded.

– Menjelaskan kreteria yangharus dipertimbangkan dalam memilih mikrokontroller.

– Menjelaskan variasi dari kecepatan, kemasan d, memory dan harga per unit serta aspek tersebut berpengaruh dalam memilih microkontroller.

– Membandngkan dan membedakan variasi dari keluarga 8051.

 Membandingkan mikrokontroller yang ditawarkan oleh beberapa pabrik.

Pada bab ini dimulai dengan mendiskusikan aturan dasar dan hal penting dari mikrokontroller dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari subBAB 1-1 kita akan mendiskusikan creteria yang harus dipertimbangkan dalam emmilih sebuah microcontroller, seperti hal microcontroller yang tersedia dalam pasar. SubBAB 1-2 adalah membahas tentang berbagai variasi dari keluarga 8051 seperti 8052 dab 8031, dan beberapa kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selanjutnya kita akan membahas versi yang lain dari 8051 seperti 8751, AT89C51, dan DS5000.

SubBAB 1.1: MikroKontroller dan Prosesor Terintegrasi

Dalam sub bab ini kita mendiskusikan kebutuhan mikro controller yang berbeda dengan mikro prosesssor kegunaan umum seperti Pentium dan prosessor x86 lainnya. Kita juga melihat aturan-aturan yang berkaitan dengan microcontroller dalam pasar yang lebih luas. Selebihnya, kita memberikan kreteria dalam bagaimana memilih sebuah microcontroller.

Mikro Kontroller dan mikro prosesor kegunaan umum

Apa perbedaan antara mikro prosesor dan mikro controller? Mikro prosesor disebut juga dengan CPU (central Prosesing Unit) karena semua data diolah dan dimanipulasi olehnya. Mikro prosesor dapat juga diartikan sebagai

Gambar 1-1 System Microprocessor dibanding dengan Systen Microkontroller

 

mikro prosesor kegunaan umum (General Purpose Processor), seperi keluarga Intel x86 ( 8086, 80286, 80386, 80486, pentium dst) atau keluarga Motorolla 68000 (68000, 68010, 68020, 68030, dst). Mikro prosesor ini tidak dilengkapi dengan RAM, ROM, port I/O di dalam chip-nya. Oleh karena itu mereka kemudian dinamakan mikro prosesor kegunaan umum, karena memang prosesor semacam ini tidak dirancang untuk satu tugas tertentu saja.

Pembuat system yang menggunakan mikro prosesor kegunaan umum seperti Pentium atau 68040 harus menambahkan RAM, ROM, port I/O, dan beberapa chip lain, sehingga akan membuat system ini akan nampak berukuran besar dan mahal. Namun pembuat system ini dapat memutuskan jumlah dari RAM, ROM, atau port I/O yang digunakannya secara tepat agar cukup untuk melaksanakan tugas seperti yang diinginkannya, atau agar dapat dimungkinkan suatu saat konfigurasinya dapat diubah dengan mudah. Hal tersebut berbeda dengan mikro controller. Mikro controller memiliki CPU ( Mikro Prosesor ) di dalamnya, ditambah dengan sejumlah RAM, ROM, dan Port I/O, Timer yang kesemuanya tergabung hanya dalam satu chip. Bahkan untuk berbagai aplikasi kita tidak perlu lagi menambahkan RAM, ROM, port I/O external. Dengan jumlah yang tetap tersebut, mikro controller menjadi ideal untuk digunakan dalam aplikasi yang mana biaya dan ukuran menjadi sangat penting. Misalnya untuk sebuah remote control untuk TV, kita tidak butuh kekuatan pemrosesan data seperti yang dimiliki prosesor kegunaan umum semacam 486, Pentium, dst. Karena untuk remote control, ukuran, harga per unit-nya jauh lebih penting ketimbang kekuatan komputasi. Aplikasi tersebut hanya membutuhkan beberapa port Input Output untuk membaca data serta untuk menghidup-matikan beberapa bit. Nah untuk alasan ini prosesor semacam ini juga disebut IBP “Itty Bitty Processors” (baca “Good Things in Small Package Are Generating Product Opportunities” oleh Rick Grehan dari majalah BYTE, September 1994, www.byte.com untuk pembahasan tentang mikrokontroller).

Perihal yang baik untuk diperhatikan adalah sekarang ini beberapa produsen mikrokontroller sudah melengkapi chip tidak saja untuk pemroses data digital, namun sudah dilengkapi dengan ADC (Analog To Digital Converter) dan RTC (Real Time Clock), yang kesemuanya dapat kita peroleh dengan hanya satu keping chip dengan harga yang sangat murah.

Mikrokontroller sebagai system mandiri

Dalam berbagai literatur yang membahas mikroprosesor, kita akan selalu menemukan istilah embedded system. Mikroprosesor dan mikrokontroller dewasa ini sudah digunakan sebagai embedded system.

Penterjemah: Sebenarnya saya tidak menemukan istilah yang tepat untuk embedded system. Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan istilah “terintegrasi”. Mengingat filosofi-kata-nya adalah system yang sudah jadi, lengkap, dan bisa digunakan oleh kebanyakan orang dengan sedikit interaksi user. Interaksi yang ada pun adalah langsung berhubungan dengan fungsi system.

Produk system embedded menggunakan mikroprosesor atau mikrokontroller untuk melakukan satu tugas saja. Printer misalnya adalah contoh sebuah system embedded, mengingat prosesor di dalam printer hanya melakukan satu tugas saja, yaitu menerima data dan kemudian mencetaknya. Hal sangat berbeda dengan PC yang berbasis Pentium (atau yang kompatibel dengan X86 lainnya). Sebuah PC dapat digunakan untuk melakukan berbagai pekerjaan, misalnya untuk mengolah kata, melakukan pengaturan pencetakan, penghitung keuangan kasir, video game, network server, atau terminal internet. Software untuk berbagai aplikasi tersebut dapat di-load ke dalam PC dan dijalankan, maupun dihapus. Tentu saja kenapa PC bisa melakukan berbagai hal tersebut karena software di-load ke dalam memory, dan OS (Operating System) yang kemudian menjalankannya. Sementara untuk embedded system, dia hanya memiliki satu software yang biasanya disimpan di dalam ROM. PC berbasis X86 bisa saja memiliki system embedded di dalamnya atau terhubung dengan system embedded lainnya semacam keyboard, disk kontroller, sound card, CD_ROM driver, mouse dan selanjutnya. Setiap peralatan tersebut memiliki prosesor di dalamnya, yang hanya melakukan satu tugas saja. Misalnya mouse, dia hanya bertugas mencari posisi mouse, dan mengirimkan data posisi tersebut kepada PC. Tabel 1-1 adalah daftar dari barang produksi system embedded.

Tabel 1-1 beberapa contoh produk embedded menggunakan microcontroller

 

Rumah Tangga

Interkom            Telephone        System keamanan   Pembuka Pintu Garasi

Mesin Penjawab      Mesin Fax        Komputer rumah    TV

Tuner TV Kabel      VCR              ComCorder         Remote Controls

Video Games         Telpon Selular   Alat Musik        Mesin cukur

Pengendali Cahaya   Camera           Mesin PinBall     Mainan anak-anak

Alat Latihan

Kantoran

Telephone           Computer         System Keamanan   Mesin Fax

Microwave           Mesin fotokopi   printer laser     printer warna

Paging telpon

Automation lainnya

Komputer jinjing    pengendali mesin     Kantong udara      ABS (rem mobil)

Instrumentasi     Pengendali Transmisi  System Keamanan     Hiburan

Pengendali Cuaca    telpon selullar      pintu tanpa kunci  dll

PC X86 dengan aplikasi terintegrasi

Walaupun mikrokontroler adalah pilihan utama yang diguakan sebagaian besar system embedded, namun ada kalanya mikrokontroller tersebut tidak cukup memadai untuk sebuah aplikasi. Oleh karena itu, pada tahun-tahun belakangan ini produsen top dunia semacam Intel, AMD, Motorolla, Cyrix, membidik pasar produk terintegrasi ini khususnya segmen high-end. Sementara ini Intel, AMD, dan Cyrix masih mengandalkan prosesor jenis X86 mereka untuk kebutuhan pasar embedded maupun untuk pasar desk-top PC. Sedang Motorolla masih bertahan dengan keluarga 68000 dan membidik target pasar system embedded high end. Walaupun akhir-akhir ini Apple sebagai produk unggulan Motorolla tidak lagi menggunakan prosesor keluarga 68000. Dewasa ini apple malah menggunakan prosesor yang disebut “POWER PC” hasil dari kolaborasi Motorolla dengan IBM yang tujuannya untuk membidik pasar PC kelas atas. Bahkan kabar terakhir yang saya dengar, Apple juga menggunakan Intel Pentium. Loh loh loh (yang itu tambahan saya sendiri). Harap diingat bahwa produk-produk yang dirancang untuk pasar system embedded mengoptimalisasi prosesornya untuk kebutuhan system embedded tersebut. Untuk alasan ini prosesor semacam ini akhirnya dapat disebut sebagai “high end embedded processors“. Dengan kata lain kita dapat menyamakan derajatnya antara kata embedded prosessor dengan microcontroller dalam hal fungsi dan kegunaannya. Namun bukan dalam kekuatan pemrosesan datanya.

Salah satu yang menjadi pertimbangan system embedded adalah berkurangnya konsumsi listrik dan ukurannya. Hal ini bisa dilakukan dengan mengintegrasikan beberapa fungsi/chip ke dalam sebuah chip saja. Semua system yang terinegrasi (embedded) yang berbasis x86 atau 680×0 memiliki konsumsi listrik yang sangat kecil ditambah dengan beberapa port I/O , port COM, dan ROM yang kesemuanya dibungkaus dalam satu chip saja. Untuk system prosesor terintegrasi dan berunjuk kerja tinggi ini, adalah menjadi sebuah trend untuk terus mengintegrasikan komponen-komponen misalnya dari 50 IC menjadi 39 Ic, lalu menjadi 20 IC, terus menjadi 5 IC, sampai dimungkinkan terjadinya ukuran yang kecil dan biaya yang sangat murah.

Asaasasasasasas

Sekarang ini mengingat standarisasi MS-DOS dan Window, akhirnya beberapa system embedded akhirnya menggunakan PC x86. Dalam beberapa kasus system embedded yang menggunakan x86, dewasa ini tidak saja menghemat biaya, namun dapat mempersingkat pembangunan program, dengan banyaknya software dan library yang siap pakai untuk DOS maupun untuk Windows. Dan kenyataannya Windows adalah yang paling banyak digunakan dan paling dimengerti orang dalam pengembangan system yang berbasis Windows, dengan tujuan akhir adalah untuk menghemat biaya, dan waktu pengembangan program.

Memilih Microcontroler

Dewasa ini ada 5 mikrokontroler 8-bit yang paling terkenal. Masing-masing adalah 6811 milik Motorolla, 8051 milik Intel, Z8 milik Zilog, dan PIC16X milik Microchip Technology dan AVR milik Atmel. Masing-masing mikrokontroller di atas memiliki set instruksi berbeda dan memiliki set register yang berbeda pula. Atau dengan kata lain masing-masing produk adalah tidak kompatibel. Program yang ditulis untuk salah satunya tidak akan jalan pada yang lainnya. Bahkan sekarang ini sudah ada berbagai kelas dalam mikro kontroller, termasuk mikrokontroller 16-bit sampai 32-bit. Dengan banyaknya jenis mikro kontroller tersebut mana yang paling tepat untuk kita pilih? Ada tiga kategori untuk memilihnya, (a) sesuaikan dengan tingkat komputasi yang kita inginkan untuk dapat melakukan tugas dengan efisien dengan biaya yang efektif, (b) ketersediaan software pengembangan program, semacam kompiler, assembler, dan termasuk debugger. Dan yang terakhir (3) ketersediaan secara luas di pasaran, dan kesinambungan produksinya oleh produsen. Juara tahun 80-an adalah Zilog, lalu Intel, sekarang yang lagi trend adalah AVR Atmel. Namun Intel masih menjadi raja dalam hal ALU-nya.

Kreteria-kreteria dalam memilih microcontroller

1.    Pertama adalah hal yang paling mendasar dlam memilih sebuah mikro kontroller adalah mencocokan tugas yang bisa dikerjakan dan biaya yang pas. Untuk mengetahui kebutuhan dari proyek berbasis mikro kontroller adlah berapa resolusi komputasi yang diinginkan, apa 8-bit, 16-bit, ataukah 32-bit yang dibutuhkan untuk tugas tertentu. Selanjutnya dari kategori itu adalah :

(a)    Speed. Berapa kecepatan maksimum yang bisa diberikan ?

(b)    Packaging. Kemasan apa yang tersedia, dan yang kita inginkan. Ini sangat penting dalam hal pembuatan desain PCB dan ukuran total desain.

(c)    Konsumsi daya. Ini menjadi sangat penting jika system dijalankan dari tenaga baterei.

(d)    Jumlah RAM dan ROM dalam chip.

(e)    Jumlah pin I/O dan jumlah Timer dalam Chip

(f)    Apakah mudah untuk meng-upgrade atau mengganti Chip dengan versi yang lebih baik nantinya.

(g)    Biaya per Unit. Hal yang terpenting lainnya adalah biaya akhir dari produk dimana mikorkontroller digunakan. Misalnya selisih 50 rupiah jika kita membeli sebanyak 100.000 unit… 5 juta rupiah bukan nilai yang sedikit bukan ?!

2.    Kreteria ke dua dalam memilih mikro kontroller adalah sebagaimana mudahnya untuk melakukan pemgembangan produk tersebut nantinya. Kuncinya adalah ketersediaan assembler, debugger, kompiler bahasa C kode praktis, emulator, tehnical support dari lingkungan sekitar maupun dari luar negeri. Dalam beberapa hal ada baiknya mempertimbangkan produk dari pihak ketiga, (misalnya BASCOM, TS Emulator, dll) yang biasanya cukup baik, walaupun support dari pabrik chip yang bersangkutan adalah yang harus paling dipertimbangkan.

3.    Kreteria ke tiga dalam memilih mikrokontroller,  asdasdasd

Table 1-2 Beberapa perusahaan yang membuat keluarga 8051

Perusahaan              Situs Web                          |

Intel                   www.intel.com/design/mcs51         |

Atmel                   www.atmel.com                      |

Philips/Signetic        www.semiconductors.philips.com     |

Siemens                 www.sci.siemens.philips.com        |

Dallas Semiconductors   www.dalsemi.com                    |


SubBAB 1.2 : Sekelumit tentang keluarga 8051

Pada SubBAB ini pertama kita akan melihat beberapa anggota keluarga mikrokontroller 8051 dan kelebihan-kelebihan internalnya. Termasuk juga kita akan melihat perbedaan manufaktur 8051 dan apa yang ditawarkan dari setiap produknya.

Ulasan sejarah dari 8051

Pada 1981, perusahaan Intel memperkenalkan mikrokontroller 8-bit yang disebut 8051. Mikrokontroller ini memiliki 128 RAM, 4K byte ROM dalam Chip, 2 Timer, 1 port serial, dan 4 port I/O (masing-masing sebanyak 8-bit) yang kesemua ada dalam satu chip. Oleh karena kelengkapan tersebut itu kadang juga disebut “System On Chip“. 8051 adalah prosesor 8-bit, sehingga CPU hanya bisa memproses data 8-bit setiap sekali kerjanya. Data yang lebih besar harus dipisah-pisah menjadi beberapa data 8-bit untuk bisa diproses oleh CPU ini.  8051 total memiliki empat I/O port, yang masing-masing adalah selebar 8-bit. Lihat gambar 1-2. Walaupun 8051 dapat ditanamkan maksimum 64 kbytes memory program ROM di dalam chip itu sendiri, namun beberapa pabrik hanya memberikan hanya 4 Kb atau 8 Kb saja. Hal ini akan kita diskusikan lebih mendalam nanti.

8051 kemudian menjadi sangat terkenal setelah Intel menyilahkan pabrik lain untuk membuat dan menjual chip 8051 dalam berbagai model dan kelebihan. Semuanya dipersilahkan dengan syarat bahwa semua kode instruksi yang digunakan harus (masih) kompatibel dengan 8051 asli. Hal ini membuat munculnya beberapa turunan dari 8051 yang berbeda-beda, baik kecepatannya, jumlah ROM dalam chip. Bahkan selusinan lebih, pabrik yang bisa membuat turunannya tersebut. Selanjutnya kita akan membahas beberapa jenis di antaranya. Ingat bahwa dari sekian perbedaan kecepatan dan jumlah ROM, kesemuanya masih kompatibel dengan versi aslinya. Artinya, bahwa jika anda menulis kode untuk satu jenis 8051, maka kode tersebut pasti akan jalan pada jenis 8051 yang lain.

Mikokontroller 8051

8051 adalah anggota keluarga yang asli dari keluarga 8051. Intel menyebutnya sebagai MCS-51. Tabel 1-3 menunjukkan isi dalam 8051.

Tabel 1-3 Isi/Fitur dari 8051

Fitur                   Banyaknya         |

ROM                     4K bytes          |

RAM                     128 bytes         |

Timer                   2                 |

Pin I/O                 32                |

Port Serial             1                 |

Sumber Interupsi        6                 |

Gambar 1-2 Blok Diagram bagian dalam MicroController 8051

Anggota keluarga 8051 yang lain

8052 adalah anggota keluarga 8051 yang lain. 8052 memiliki apa yang dimiliki oleh 8051 standar dengan ditambah lagi lebih banyak 128 byte RAM, dan satu tambahan Timer. Sehingga dengan kata lain 8052 meiliki 256 byte RAM dan 3 Timer. Dan juga untuk ROM programnya lebih banyak 4 Kb menjadi 8 Kb. Lihat Tabel 1-4

Tabel 1-4 Perbandingan antara keluarga utama 8051

Fitur                   8051        8052        8031        |

ROM (On-Chip dlm bytes) 4K          8K          0           |

RAM (dlm bytes)         128         256         128         |

Timer                   2           3           2           |

Pin I/O                 32          32          32          |

Port Serial             1           1           1           |

Sumber Interupsi        6           8           6           |

Seperti yang kita lihat pada Table 1-4, apa yang dimiliki 8051 juga dimiliki oleh 8052, sehingga program yang digunakan untuk 8051, akan dapat bekerja dengan baik pada 8052. Namun sebaliknya program yang digunakan untuk 8052 belum tentu bekerja pada 8051.

Microcontroller 8031

Anggota keluarga lain dari 8051 adalah chip 8031. Chip ini juga disebut “ROM-les 8051”, karena memang chip ini adalah anggita keluarga 8051 yang sama sekalu tidal emjiliki ROM di dalamnya. Untuk menggunakna chip ini, kita harus menambahkan ROM program secara eksternal. Dari ROM tersebut-lah kode mesin akan diambil dan dieksekusi oleh 8031. Bertolak belakang dengan 8051 yang sudah memiliki ROM di dalam chipnya, sehingga tidak perlu lagi menambahkan ROM. Tentu saja program tidak boleh melebihi kapasitas yang dimiliki 8051, yaitu 4 Kb. ROM yang bisa dialamati oleh 8031 juga selebar 64 Kb. Dalam proses penambahan ROM eksternal pada 8031, kita akan kehilangan 2 port, karena 2 port tersebut akan digunakan untuk menghubungkan 8031 dengan ROM. Untuk mengatasi keterbatasan jumlah port ini kita dapat menambahkan dengan chip lain semacam 8255 untuk menambah jumlah port sebanyak 3 port lagi, sehingga kita akan mendapat total 5 buah port 8-bit. Pemasangan ROM eksternal dan 8255 akan kita bahas secara lebih dalam pada BAB 14 dalam buku ini. Disamping itu ada beberapa versi kecepatan pula untuk 8031 ini.

Macam-macam Microcontroller yang lain

Walaupun 8051 adalah anggota keluarga yang palig terkenal dari keluarga 8051, kita dewasa ini tidak melihat lagi chip tersebut, karena memang sudah tidak diproduksi lagi. 8051 digantikan oleh produk sejenis dengan macam-macam jenis ROM yang ditawarkan, misalnya ROM dengan jenis Ulra Violet UV_EPROM misalnya 8751. Chip ini harus dihapus dengan menyinarinya dengan sinar Ultra Violet selama 20 menit sebelum ditulisi program yang baru. Ada juga ROM jenis Flash misalnya AT89C51 buatan ATMEL (ini paling mudah kita dapatkan selain ATMEL AT89S51). Dengan ROM jenis ini kita dapat melakukan penghapusan ROM hanya dalam hitungan milidetik. Terus ada pula yang memiliki ROM jenis NV-RAM yang bisa ditulis ulang tanpa perlu dihapus, misalnya milik DALLAS DS5000. Termasuk juga jenis OTP (One Time Programable / Bisa ditulis sekali) yang biasanya digunakan untuk aplikasi dengan produksi masal kita.

Microcontroller 8751

Chip 8751 hanya memiliki 4 Kb ROM dengan jenis UV-EPROM.

sdasdasd

AT89C51 buatan Atmel Corporation

Chip anggota keluarga 8051 yang paling terkenal bagi kalangan hobbyst ini, adalah AT89C51. Chip in dilengkapi dengan ROM berjenis Flash. Dinamakan Flash karena dalam menghapus ROM dibutuhkan waktu yang sangat cepat jauh dibanding 8751. Sehingga dalam pengembangan program kita tidak perlu lagi menunggu sekian lama untuk menghapus ROM sebelum menulis ulang chip. Jika pada 8751 kita masih membutuhkan alat khusus untuk menghapus ROM, untuk AT89C51 alat untuk menghapus sudah terdapat pada pada alat penulisnya. Ada banyak alat yang dibuat untuk menuliskan program pada chip AT89C51. Bahkan alat semacam ini dapat dibuat sendiri denganmudah dan murah. Penulisan dapat dilakukan dengan memanfaatkan serial COM pada komputer kita.

Tabel 1-5 versi-vesi dari 8051 buatan Atmel (kesemuanya menggunakan Flash)

Jenis          ROM     RAM   Pin I/O  Timer   Interupt Vcc   Kemasan     |

AT89C51        4K      128      32      2       6       5V       40       |

AT89LV51       4K      128      32      2       6       3.3V     40       |

AT89C1051      1K      64       15      1       3       3.3V     20       |

AT89C2051      2K      128      15      2       6       3.3V     20       |

AT89C52        8K      256      32      3       8       5V       40       |

AT89LV52       8K      256      32      3       8       3.3V     40       |

Ada beberapa variasi kecepatan dan kemasan dari produk-produk yang dikeluarkan oleh ATMEL, seperti yang disusun pada Table 1-5. Misalnya adalah “AT89C51-12PC”, dimana simbol “C” sebelum “51” adalah menunjukkan bahwa chip terbuat dari CMOS, yang merupakan semikonduktor dengan konsumsi listrik sangat rendah. Sedang “12” adalah nilai dari kecepatan maksimum. Sedang “P” adalah berarti plastik, yakni kemasan plastik DIP, dan “C” berarti Comersial. AT89C51-12PC dan AT89C51-12PC adalah versi yang paling banyak diminati pelajar di dunia, karena harganya yang murah dan memory Flash-nya dapat membuat seseorang membangun program dengan cepat.

Tabel 1-6 Berbagai kecepatan 8051 buatan Atmel

Jenis             Speed       pins        Kemasan        Penggunaan    |

AT89C51-12PC      12MHz       40         Plastik DIP      komersial     |

AT89C51-16PC      16MHz       40         Plastik DIP      komersial     |

AT89C51-24PC      24MHz       40         Plastik DIP      komersial     |

DS5000 buatan Dallas Semiconductor

Pabrik yang paling terkenal di Amerika Serikat adalah Dallas Semiconductor, yang membuat beberapa versi 8051 dengan nama DS5000, dengan berbagai versi kecepatan dan jumlah NV-RAM yang berbeda-beda. NV-RAM adalah jenis memory RAM biasa namun dengan konsumsi listrik sangat-sangat rendah, sehingga data yang tersimpan dapat bertahan sangat lama hanya dengan arus listrik yang kecil. Terlebih lagi ada kelebihan yang menjadi andalan dari Dallas ini. Yakni chip bisa didownload secara mandiri lewat komunikasi serial. Tanpa bantuan downloader khusus seperti pada versi 8051 yang lain. Beberapa kelebihan lain adalah kita dapat mengubah isi ROM Kode byte-demi-byte, tanpa harus menghapus seluruh isi ROM kode. Sesuatu yang tidak bisa dilakukan pada versi yang lain. Hal ini bisa dilakukan karena ROM kode untuk Dallas DS5000 sejatinya adalah sebuah RAM, dan bukanlah sebuah ROM, sehingga tidak dibutuhkan cara penghapusan seperti pada ROM kebanyakan.

Tabel 1-7 Variasi 8051 buatan Dallas Semiconductor

Jenis          ROM     RAM   Pin I/O  Timer   Interupt Vcc   Kemasan     |

DS5000-8       8K      128      32      2       6       5V       40       |

DS5000-32      32K     128      32      2       6       5V       40       |

DS5000T-8      8K      128      32      2       6       5V       40       |

DS5000T-32     32K     128      32      2       6       5V       40       |

Ada beberapa variasi kecepatan dan kemasan dari DS5000 seperti yang ditamilkan pada Table 1-8. Misalnya adalah “DS5000-8-8” yang berbarti adalah chip yang memiliki 8kB NV-RAM dan kecepatan maksimum 8MHz. Dan versi yang paling banyak digunakan oleh pelajar di Amerika Serikat adalah type DS5000-8-12 atau versi yang memiliki RTC yakni DS5000T-8-12.

Tabel 1-8 Variasi kecepatan 8051 buatan Dallas Semiconductor

Jenis                NV-RAM   Speed       |

DS5000-8-8           8K       8MHz        |

DS5000-8-12          8K       12MHz       |

DS5000-32-8          32K      8MHz        |

DS5000T-32-8 (RTC)   32K      8MHz        |

DS5000-32-12         32K      12MHz       |

DS5000T-8-12 (RTC)   8K       12MHz       |

Versi OTP 8051

Ada bagian keluarga 8051 yang bersifat OTP (one-time-programable) atau dalam bahasa kita “hanya bisa sekali program”. Untuk versi yang memiliki ROM Flash atau NV-RAM, adalah ditujukan untuk pengembangan program. Setelah program dirasa sudah valid dan matang, baru kemudian program dapat diisikan pada chip versi OTP ini. Chip versi ini biasanya dipilih untuk produksi masal, karena pertimbangan harga yang jauh sangat murah ketimbang versi Flash ataupun NV-RAM.

Anggota keluarga 8051 dari Philips

Pabrik lain yang juga memproduksi versi 8051 adalah Philips Corporation. Dia juga memproduksi banyak varian dari 8051, mulai yang OTP, flash, tambahab I/O, tambahan ADC, dll.

RINGKASAN

Pada BAB ini kita membahas perilaku dan pentingnya mikrokontroller dalam kehidupan sehari-hari. Kita juga membedakan dan mebandingkan Mikrokontroller dan mikro prosesor. Kita juga membahas mikro kontroller sebagai system embedded ]

—————————————-

|o-o| Diterjemahkan oleh Dhanny Dhuzell

—————————————-

Leave a Reply